Tips Ibu Hebat

Showing posts with label ferina tri kurniawati. Show all posts
Showing posts with label ferina tri kurniawati. Show all posts

Sunday, 3 May 2020

[Cerpen psikologi anak]: KUKU TANGAN MALIKA

“Adek, jangan gitu dong! Kasihan kan, digigit terus... nanti nangis loh, kukunya!” Aku kembali mengingatkan Malika, saat kulihat dia mulai menggigiti kukunya.

“Ih, Adek, kok digigit lagi sih! Tuh, lihat kulit jarimu juga sampai mengelupas gitu. Nanti kalau sakit bagaimana?”

Aku mulai menaikkan nada suara, menyaksikan tingkahnya. Meski sudah berkali-kali kuingatkan, dia tetap saja mengulanginya. Kuku-kuku tangan gadis kecil berusia 3 tahun itu semakin tak berbentuk. Pun, kulit jemarinya. Bahkan beberapa kali terlihat kemerahan, hampir berdarah.

Awalnya, aku pikir ini hal yang wajar kalau balita memasukkan semua benda ke dalam mulut, lalu mencoba menggigit atau memakannya. Mungkin Malika masih dalam fase oral atau giginya mulai gatal lagi karena mau tumbuh. Ah, entahlah.

Namun, akhir-akhir ini kuperhatikan perilakunya ini makin intens. Sering kali aku menegurnya, tapi dia tetap mengulanginya lagi. Tak jarang, emosiku naik, lalu dengan agak kasar aku tarik tangannya dari mulutnya. Tentu disertasi dengan omelan dan ancaman. Tapi, lagi-lagi hal itu hanya membuatnya berhenti sebentar, lalu gigi kecilnya kembali mengeksekusi kuku tipisnya.

“Mama... mama...” teriak Malika sambil menghampiriku.

‘”Ma, sakit...” ucap Malika sambil menunjukkan ujung jemarinya yang memerah.

“Ya ampun sayang, kok sampai kayak gini sih? Tuh kan, makanya jangan digigit dong kukunya. Kena tangan kamu nih. Sini, mama obatin dulu ya. Di kasih salep dan plester ya?” Aku segera mengobati tangan Malika meski dengan mulut yang terus bicara. 

Aku pun mulai khawatir. Terus terang, aku merasa takut kalau-kalau kebiasannya ini akan berdampak buruk baginya. Bagaimana kalau kukunya jadi infeksi? Bagaimana kalau kukunya tertelan? Bagaimana kalau kotoran dalam kukunya ikut masuk dalam perutnya dan menyebabkan penyakit?  Atau, apakah ada masalah lain seperti psikologi, misalnya. Duh... aku menutup wajah, ngeri membayangkannya.

Gadis kecil berambut ikal itu telah terlelap. Tak mau berlarut-larut dengan kekhawatiran ini, aku pun segera mengambil gawaiku. Kuketik kata kunci “kebiasaan anak menggigit kuku” setelah kubuka aplikasi pencarian favoritku. Ah, gawai jaman sekarang memang sering menjadi semacam kotak P3K bagi para ibu muda sepertiku.

Ada banyak artikel yang muncul di sana. Kupilih artikel-artikel dari beberapa website terpercaya.

“Yap! Ini yang kucari,” batinku sambil serius membaca satu persatu tulisan itu.

Dalam ilmu psikologi anak, ternyata kebiasaan baru Malika ini biasa disebut dengan Onychopagia. Perilaku ini memang banyak dilakukan oleh anak-anak. Sekitar 20% anak melakukannya. Sebagian akan berhenti, namun sebagian lagi (sekitar 40-50%) akan terus melakukan hingga dewasa.

Masih dari tulisan itu, disebutkan bahwa penyebab dari Onychopagia ada bemacam-macam misalnya karena keturunan. Loh? Iya, ternyata anak yang orang tuanya melakukan kebiasaan menggigit kuku, bisa jadi anak akan melakukannya juga. Sejenak kucoba untuk mengingat-ingat, apakah aku dan suamiku pernah melakukannya. Ah, tidak juga. Sepertinya kami tak pernah melakukan hal itu.

Kulanjutkan membaca layar persegi panjang dalam genggamanku. Selain faktor keturunan, masalah psikologis pada anak ternyata juga sering disebut menjadi pemicunya. Sebagai contoh adalah stress atau kecemasan pada anak, rasa minder atau tidak percaya diri, bosan, lapar atau keinginan anak untuk menarik perhatian orang tuanya. Perilaku menggigit kuku ini biasanya hanya bersifat sementara sebagai penekan stress dan rasa cemas yang hebat, sama seperti perilaku memainkan tangan, memuntir rambut atau baju dan mengerutukkan gigi. Setelah stress reda,  maka anak akan segera menghentikannya.

Ya, mungkin ini penyebabnya. Babarapa waktu yang lalu, memang asisten rumah tangga kami yang biasa mengasuhnya saat aku bekerja mengundurkan diri. Tentu saja, ini adalah pukulan berat untuknya. Karena, baginya, pengasuhnya itu sudah merupakan bagaian dari dirinya. Ya, kami memang tak pernah membedakan, menganggapnya sebagai bagian dari keluarga kami juga. 

Rasa penasaran semakin menjadi, seiring degup jantung yang semakin cepat. Onychopagia harus diwaspadai apabila anak menggigit kukunya dengan berlebihan apalagi jika merembet ke jari dan membuat jari hampir berdarah. Atau, jika anak menggigit kuku disertai dengan perilaku cemas lain seperti menggaruk kulit, menarik rambut atau bulu mata dan pola tidur anak menjadi terganggu. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya orang tua segera mendatangi dokter untuk berkonsultasi.

Aku menghela nafas dalam. Kucoba mengingat-ingat kembali, adakah tanda-tanda lain yang menunjukkan Malika mengalami Onychopagia yang parah. Namun, aku tak yakin.

Kupandang wajah polos Malika yang sedang tertidur pulas. Tuhan, jujur aku kasihan bidadari kecilku ini. Dalam hatiku bertanya-tanya. Apa yang terjadi padamu, sayang? Apa yang kamu rasakan? Apa yang bisa mama lakukan untukmu?

Aku kembali berselancar, mengumpulkan lebih banyak informasi untuk membantu menghentikan kebiasaan baru buah hatiku.  Ya, kebiasaan Malika ini harus segera dihentikan. Karena jika tidak segera dihentikan, aku takut akan menimbulkan akibat buruk untuknya. Seperti bentuk kukunya  yang rusak, infeksi pada bantalan kuku, gigi dan gusi rusak,  sehingga bisa membuat susunan gigi tidak rapi dan condong ke depan. Aku juga takut kebiasaannya ini akan bisa mempengaruhi perkembangannya.

Ada beberapa tips yang kutemukan, yang bisa dilakukan untuk menghentikan Onychopagia, yaitu: Mencari tahu penyebab utamanya. Apakah perilaku itu karena stress, rasa cemas, bosan lapar atau lainnya. Lalu, jangan memarahi atau menghukum anak. karena, bila anak dimarahi atau dihukum, maka sama saja dengan menambah berat beban anak. Alih-alih berhenti, bisa jadi anak malah akan lebih sering melakukannya.

Langkah selanjutnya adalah dengan menunjukkan simpati pada anak. Tunjukkan kepadanya bahwa kita peduli, dan akan berusaha untuk membantu dari masalahnya. Jangan lupa, untuk membuat anak menyadari kebiasaannya. Anak yang suka menggigit kuku, terkadang tidak menyadari perilakunya. Oleh karena itu, apabila anak mulai menggigit kukunya, maka orang tua atau orang di dekatnya segera memberitahunya. Misal dengan sentuhan di lengan atau dengan kode atau sandi yang disepakati antara anak dan orang tua. Jika anak sudah paham dan memang ingin berhenti cara ini akan banyak membantunya. mengalihkan perhatian anak dengan aktivitas lain juga akan sangat membantu agar anak tiidak bosan dan sedikit lupa dengan kecemasan yang melandanya.

Tips lain yang tak kalah penting, apabila kebiasaan menggigit kuku ini tak kunjung berhenti dan semakin parah, ada baiknya orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu untuk mencarikan penyebabnya dan memberikan solusi terbaik untuk mengatasinya. Dan jika perlu, akan memberikan terapi yang tepat untuk anak. Ah, ilmu parenting baru ini untukku.

“hoaammm...” aku menguap, mencoba meghalau rasa kantuk yang semakin kuat menyergap.

                Kulihat angka di pojok kanan gawai menujukkan angka pukul dua puluh tiga. Ah, malam sudah larut. Mataku pun terasa berat tak bisa tertahan. Akhirnya, kututup gawai dan kucium lembut kening permata hatiku.

                “Baiklah nak, sepertinya sudah cukup untuk malam ini. Mulai besok pagi, mama berjanji akan lebih memperhatikanmu. Akan kita selesaikan masalah ini bersama-sama. Mama tak akan membiarkanmu terlalu lama sperti ini.” Ucapku mengakhiri malam ini.

                Kupeluk tubuh mungil itu, sambil kubisikkan permintaan maaf padanya, karena aku belum bisa melakukan yang terbaik untuknya. Tak lupa, kuiringkan doa, semoga Tuhan selalu menjaga dan melindunginya. Menjadikannya anak yang baik dan selalu bahagia. (Ferina Tri Kurniawati).

#Diary Mama Malika


Thursday, 7 June 2018

Institut Ibu Profesional, Sekolahnya Para Ibu


“al-umma madrasah al-ulaa”
Artinya Ibu adalah madrasah(sekolah) pertama bagi anak-anaknya

Menjadi seorang ibu adalah fitrah bagi seorang wanita yang telah menikah dan memiliki anak. Dalam menjalankan perannya, seorang ibu mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat besar. Mulai dari merawat, mengasuh hingga mendidik anak-anaknya. Mempersiapkan dan memenuhi segala kebutuhan anak dan semua angota keluarga mulai dari bangun tidur hingga mereka terlelap kembali.
                Meskipun menjadi ibu adalah fitrah, namun ternyata masih banyak wanita yang tergagap dan harus menangis hingga berdarah-darah, atau bahkan sampai frustasi karena merasa gagal menjadi ibu yang baik. Hal ini bisa dimaklumi karena memang tantangan menjadi ibu apalagi di jaman sekarang sangatlah besar. Selain itu, kita kurang dipersiapkan untuk menjadi seorang ibu karena anggapan di masyarakat bahwa setiap wanita pada akhirnya akan menjadi ibu setelah ia menikah atau bisa disebut sebagai sebuah konsekuensi dari pernikahan. Juga, karena belum adanya sekolahan atau lembaga formal yang khusus untuk belajar menjadi ibu.
                Begitu juga yang dialami oleh Ibu Septi Peni Wulandari, pendiri Institut Ibu Profesional yang kini telah diikuti oleh 8000 lebih wanita di 45 kota di Indonesia dan 4 negara baik secara online maupun offline. Berawal dari pengalaman pribadinya yang keteteran dalam mengasuh 3 anaknya, bu Septi (panggilan akrabnya) pun berpikir bahwa sudah seharusnya ada sebuah wadah untuk mempersiapkan para wanita untuk menjadi ibu. Hingga akhirnya pada tanggal 22 Desember 2011 berdirilah Institut Ibu Profesional.
                Institut Ibu Profesional adalah sebuah komunitas bagi para ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas diri sebagai seorang perempuan, seorang istri dan seorang ibu. Komunitas ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ibu sebagai pendidik utama dan pertama untuk anak dan keluarganya, bisa berperan sebagai manager keluarga, menjadi pribadi yang mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya dan meningkatkan akhlak mulia, sehingga bisa menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.
                Dalam proses pembelajarannya, materi yang diberikan dibagi dalam beberapa kelas/program yaitu:
·         Program Matrikulasi : merupakan program persiapan untuk para ibu dan calon ibu yang ingin bergabung di komunitas Ibu profesional. Program ini bertujuan untuk membuka wawasan, menyamakan frekuensi para ibu pembelajar, calon ibu profesional.
·         Program Bunda Sayang: adalah program pembelajaran yang diikuti oleh para ibu yang telah lulus matrikulasi, yang berisi tentang bagaimana cara mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan.
·         Program Bunda Cekatan: merupakan program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang telah lulus program Bunda Sayang. Di kelas ini para ibu dilatih untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang manager keluarga yang cekatan menjalankan peran.
·         Program Bunda Produktif: adalah program pembelajaran yang diikuti oleh para ibu yang telah lulus program Bunda Cekatan, bertujuan untuk melatih ibu dalam memahami potensi diri, menemukan jalan hidup sesuai fitur uniknya, sehingga antara mendidik anak, berkarya dan menjemput rejeki menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan apalagi dikorbankan.
·         Program Bunda Shaleha: adalah program bagi ibu yang telah lulus program Bunda Produktif. Setelah mengikuti kelas ini diharapkan ibu bisa menjadi agen perubahan di masyarakatnya, dimulai dengan perubahan diri sendiri dan perubahan di dalam keluarganya secara berkelanjutan.
·         Program pelatihan untuk trainer dan fasilitator: adalah program untuk para ibu yang sudah melampaui tahap Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Shaleha.
                Selain dengan mengikuti kelas online maupun offline, materi dari Institut Ibu Profesional bisa juga dipelajari di www.ibuprofesional.com, berbagai resume dari para member, juga dari berbagai buku yang telah diterbitkan seperti buku “Hai, Ini Aku Ibu Profesional”, “Bunda Sayang”, “Bunda Cekatan” dan “Bunda Produktif”.

Friday, 26 January 2018

Membuat Playdoh Sendiri: Lempung dari Bahan Tepung yang Super Aman, Gampang dan Murah Meriah

Bahan : 

Tepung terigu          3   cangkir
Garam                      1  cangkir
Air panas/hangat      1  cangkir
Minyak goreng       1/2 cangkir 
Pewarna makanan      secukupnya

Cara Membuat :


  1. Siapkan semua bahan sesuai takaran
  2. Ambil wadah lalu masukkan tepung terigu dan garam. Aduk hingga     tercampur  merata
  3. Masukkan air panas/hangat ke dalam wadah lalu segera campur. aduk hingga semua tepung menggumpal sepeti adonan roti.
  4. Masukkan minyak goreng sedikit demi sedikt, lalu campurlah dengan cara diremas-remas hingga kalis. 
  5. Setelah adonan jadi, bagilah adonan tersebut menjadi beberapa bagian. Masukkan ke dalam wadah terpisah. Beri pewarna makanan yang berbeda pada tiap wadahnya. Lalu campurlah dengan cara diremas-remas. 


tara... play doh dari tepung sudah siap dimainkan!!!


Catatan
  • jika adonan masih terlalu berminyak, bisa ditambahkan tepung. Aduk kembali hingga benar-benar kalis.
  • jika ingin tekstur yang lebih berpasir, takaran garam bisa sedikit ditambahkan.
  • jika ingin tekstur yang lebih pulen, takaran tepung yang sedikit ditambah
  • usahakan adonan jangan terlalu berminyak agar play doh bisa awet. play doh tepung ini bisa bertahan 1,5 (satu setengah) hari di udara terbuka. jika lebih dari setengah hari, adonan akan menjadi lembek dan oily sehingga susah untuk dibentuk.

(foto menyusul ya...)

Thursday, 30 March 2017

Cara Membuat Baju Boneka Berbie Cantik Tanpa Mesin Jahit Step By Step

    
    Si Kecil suka boneka berbie? tapi gampang bosan? mungkin ia bosan karena bajunya yang tidak pernah diganti. atau, Si Kecil sering merengek minta dibelikan baju boneka? Yup, namanya anak-anak, pasti suka sekali dengan hal yang baru, apalagi mainan. 

    Jadi, tidak ada salahnya kan jika kita buat sendiri baju bonekanya? Lebih hemat, karena kain yang dipakai bisa dari perca atau sisa baju yang tidak terpakai. Lebih asyik lagi karena si kecil bisa membantu kita membuat atau sekedar memilih kain dan menyiapkan peralatannya.
     
     Tapi, susah tidak sih cara membuatnya? wah...tidak susah kok,,,gampang banget!!! sehari saja bisa jadi lho... Alatnya? Saya gak punya mesin jahit nih...tenang saja, peralatannya sangat simple dan mudah didapatkan. Tidak masalah kalau tidak punya mesin jahit, saya juga belum punya kok...penasaran?? bisa dicoba deh langkah-langkah berikut:

1. langkah pertama siapkan alat dan bahan yang di perlukan, meliputi:

  • kain satin
  • kain broklat (sisa kebaya) atau kain batik
  • pita atau renda
  • rekatan baju (kretekan)
  • benang
  • jarum jahit
  • jarum pentul
  • gunting
  • pita ukur atau metlin
  • penggaris
  • kertas untuk membuat pola
  • pensil atau pulpen
2. Ambil boneka dan pita ukur, lalu ukur boneka:

  • lingkar dada (LD) : lingkarkan pita ukur di dada,beri lebih 1/2-1cm untuk memasang rekatan di belakang baju.
  • lingkar pinggang (LP): lingkarkan pita ukur di pinggang boneka. beri lebih 1/2-1cm untuk memasang rekatan di belakang baju.
  • lebar bahu (LBahu): lebar antar bahu kanan dan bahu kiri
  • lebar leher (LL) : ukur dari pangkal leher kanan ke kiri
  • panjang badan/panjang atasan (PB) : ukur panjang badan dari pangkal leher kanan/kiri ke pinggang
  • panjang bahu-pinggang (Pb-p) : ukur panjang dari bahu ke pinggang
  • panjang bawah ketiak-pinggang (Pk-p) : ukur dari bawah ketiak boneka ke pinggang
  • panjang rok/bawahan (PBw) : ukur dari pinggang hingga mata kaki

3. buat pola pada kertas, lalu gunting lalu potong kain sesuai dengan pola yang telah dibuat
   4. potong kain mengikuti pola yang sudah dibuat. Untuk memudahkan gunakan jarum pentul untuk melekatkan pola dengan kain. Potong kain sedikit lebih lebar dari pola. Sisa ini berguna untuk tempat jahitan. Agar lebih rapi, jika menggunakan kain satin atau kain sejenisnya bakarlah tepinya menggunakan lilin. dengan cara dibakar, benang pada kain tidak akan mudah terurai, sehingga hasilnya akan lebih rapi. Cara ini juga bisa digunakan untuk menyiasati agar kita tidak perlu menjahit bagian lengan atau kerah.

5. Setelah kain dipotong dan dibakar, sekarang tinggal menjahitnya untuk menyatukan bagian-bagiannya. cukup menggunakan jahitan tangan saja, karena bagian yang perlu dijahit hanya pinggang. yaitu, atasan dan bawahan. setelah itu, satukan bagian belakang rok/bawahan. cukup hingga 3/4 bagian bawah rok. jangan terlalu tinggi, karena jika terlalu tinggi jahitannya boneka tidak akan bisa masuk.

6. Dan sekarang  pasangkan rekatan di tempat yang tidak dijahit di belakang baju. jangan merkatnya dengan satu rekatan yang panjang. lebih baik dengan 2 (dua) rekatan pendek, bagian atas dan bawah. dengan cara ini, baju akan lebih merekat kuat saat dipakai.

7. Dan terakhir, pasang pita atau renda yang dibentuk seperti pita di bagian tengah-depan baju.

Naah....gampang sekali bukan?? yuk..berkreasi baju cantik dengan si kecil.....

Saturday, 9 January 2016

SUKSES ASI EKSKLUSIF SEJAK MASA KEHAMILAN

Pembelian 15 buku gratis ongkir. (Alamat Indonesia)
Sukses Asi Eksklusif Sejak Masa Kehamilan
Buku yang cocok dibaca bagi ibu hamil yang ingin mempersiapkan ASI eksklusif sejak dini. Berisi berbagai hal yang perlu diketahui/disiapkan untuk ASI eksklusif seperti:
-anatomi payudara
-manfaat asi eksklusif
-kunci sukses asi eksklusif
-apa saja dan siapa saja yang perlu disiapkan untuk sukses asi eksklusif
-inisiasi menyusui dini
-cheklist perlengkapan menyusui
-hari-hari pertama menyusui
Cocok juga diberikan sebagai kado ibu hamil,calon ayah asi, nenek asi atau sarana pengenalan/edukASI masyarakat
Penulis: Ferina Tri Kurniawati
Penyunting : Muhrodin AM
Tata Letak : Lavira Az-Zahra
Desain Sampul : Lavira Az-Zahra
Redaksi Pena House:
Jalan KNPI Gg. Cendrawasih, Bangkle, Blora, Jawa Tengah 58200
Telepon : 0899-571-8264
Email : azzahra.house834@gmail.com
Facebook: Pena House
Website : penahouseagency
.blogspot.com
Cetakan I, Desember 2015
ISBN : 978-602-389-141-2
Hak Cipta dilindungi undang-undang
Dilarang keras memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam atau dengan teknik perekam lainnya tanpa izin tertulis dari penerbit.
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Sukses Asi Eksklusif Sejak Masa Kehamilan, Editor: Muhrodin AM
Blora: Pena House, 2015
146 hlm, 13x19 cm.
I. Judul II. Sukses Asi Eksklusif Sejak Masa Kehamilan
Harga:
40ribu (umum)
Pemesanan:
ASIEKSKLUSIF_nama_alamat lengkap_jumlah buku yang dipesan.
Kirim ke 08995718264

Sunday, 18 October 2015

PONOROGO PEDULI ASI (PPA)-- part 1

Ponorogo Peduli ASI (PPA) adalah sebuah komunitas ibu-ibu yang bergerak dibidang per-ASI-an. Didirikan oleh seorang dokter muda cantik nan anggun nan sholihah, dr. pita Nurhayani pada tangggal 23 Maret 2014. Terinspirasi oleh komunitas sejenis yg didirikan temannya, mbak rena meta (Madiun Peduli ASI), mbak pita (saya panggil mbak krn beliau kakak kelas saya) pun memulai kiprahnya di dunia ASI dan laktasi.

Komunitas ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Mulai dari ibu-ibu muda perkotaan hingga ibu-ibu di pedesaan. Mulai dari dokter, bidan, tenaga kesehatan lain, guru, karyawan bank, pengusaha, ibu rumah tangga bahkan TKW,dll. Mulai ibu-ibu yang sudah beranak banyak, hingga yang baru mau merancanakan kehamilan. Mulai yang sudah sukses ng-ASI, hingga yang benar-benar awam. Namun semua mempunyai semangat dan harapan yang sama.

Mungkin belum banyak masyarakat yamg mendengar atau mengenal komunitas ini. Namun selama 2 tahun berjalan, PPA telah banyak menyebarkan virus ASI eksklusif. Banyak ibu, dan calon ibu yang awalnya awam dengan ASI eksklusif kini paham pentingnya ASI bagi bayi serta menjadi ,melek' bahwa tidak ada yang lebih baik dari ASI meskipun dibandingkan susu formula yang paling mahal yang sering "DICAP" paling baik untuk kesehatan dan kecerdasan anak.

Banyak tenaga kesehatan yang dulu kurang pro dengan ASI eksklusif kini telah aktif mengkampanyekan ASI eksklusif di lingkungan kerja maupun di masyarakat.

Bamyak suami, orang tua, atasan, dan stake holder yang dulu menganggap menyusui adalah hal fitrah, yang biasa, adalah urusan ibu saja,,kini mereka sadar bahwa menyusui/ memberikan ASI eksklusif adalah tangung jawab mereka juga. Ada peran andil yang besar dari mereka ketika seorang ibu sukses atau gagal memberikan ASI esklusif bagi putranya.

Komunitas PPA ini lebih fokus pada kegiatan eduk-ASI dimana mereka berusaha keras agar masyarakat faham pentingnya ASI eksklusif serta berusaha menggeser mindset masyarakat yang selama ini tertanam bahwa susu formula itu lebih bagus, lebih keren, lebih modern,dll.

Tak mudah memang,,namun itulah perjuangan. Perjuangan bagi perbaikan generasi Indonesia di masa mendatang.  Banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas ini. Antara lain : kopdar (kopi darat/temu) bagi anggota PPA. Biasanya dilakukan di tempat umum, misal yang pertama, dilaksanakan di losmen Aman (apotek nasruhan), lalu di jalan baru stadion ponorogo. Di sana dibahas berbagai permasalahan, mulai dari cara menyusui yang benar, bingung puting, menejemen laktasi ibu bekerja hingga curhatan lingkungan/keluarga yang bepum pro ASI. Dibahas dengan dengan metode sharing dan kekeluargaan sehingga bisa kebih mengena dan mudah diterapkan.

Kegiatan lain adalah cek kesehatan (tensi) serta konseltasi gratis yang dilaksanakan di jalan baru pada saat car free day. Juga pernah dilaksanakan seminar dan lomba Ayah ASI serta nenek ASI sebagai promosi bahwa keberhasilan menyusui/ ASI eksklusif tak pernah lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan, terutama suami dan orantua/mertua.

Yang terbaru yang dilaksanakan ibu-ibu hebat ini adalah kampanye ASI, dengan menyebarkan leaflet, poster dan spanduk ASI di instansi-instansi di ponorogo sehingga diharapkan para ibu yang bekerja agar bisa tetap memberika ASI secara eksklusif bagi bayinya,, serta mandapatkan dukungan tidak hanya dari keluarga namun juga lingkungan kerjanya.

Semoga Indonesia semakin Jaya...
Salam ASI, mari selamatkan generasi masa depan!
(Maaf fotonya belum bisa ter upload..insyaallah lain kali ya...)

INDONESIA BLOGGER

Saturday, 4 October 2014

Bijak Bersama Buku KIA (buku pink)

Lagi horor ni..PEB/pre eklampsia berat/hipertensi berat saat kehamilan makin sering terdengar! Banyak rujukan di rumah sakit dengan kasus ini. Yang paling awal kena akibatnya sih, biasanya janin dalam rahim,,mulai dari bayi kecil (BBLR), prematur, hipoksia ( kekurangan oksigen), hingga kematian janin/bayi.

Ibunya juga gak kalah harus waspada. Selain pusing dan sesak nafas yang dirasakan bisa juga pandangan jadi kabur. Akibat fatalnya, ibu bisa buta, baik sementara atau permanen.jika tidak tertangani, ibu bisa menjadi kejang, koma, bahkan terjadi kematian.

Hi...serem ya?

Tapi tenang, jangan langsung parno. Hal ini bisa dicegah dan diatasi kok,..dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin dan berkualitas,,insyaallaah lebih aman.

Jadi ibu hamil,,jangan lupa periksa kehamilan yang rajin ya....jangan lupa utarakan setiap keluhan yang dirasakan. Jangan sungkan bertanya dan belajar tentang hal yang belum diketahui selama kehamilan. Jangan lupa juga, selalu bawa buku KIA (buku pink). Dan selalu cek apakah semua kolom di bagian pemeriksaan kehamilan sudah diisi/diperiksa apa belum. Jika ada yang kosong, tanyakan alasan kenapa dikosongkan.

Isi kolom pemerikasaan kehamilan meliputi :
1. Tanggal pemeriksaan. Harus selalu diisi agar jelas terpantau kapan periksa serta menjadi dokumen yang berharga bagi anda dan bayi kelak.
2. Keluhan. Dengan adanya keluhan, akan lebih mudah mendiagnosa jika terjdi masalah, serta menentukan apakah keluhan tersebut normal atau tidak.
3. Tekanan darah. Wajib diperiksa dan ditulis, untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu. Jika tekanan darah naik, diastol (tekanan bawah,atau sering disebut "per")diatas 90, ibu harus mulai waspada. Istirahat cukup dan cek tekanan darah lagi dalam 3 hari (2xseminggu). Jika diastol lebih dari atau sama dengan 110, segera datang ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan/pengobatan meskipun kondisi ibu masih terlihat sehat.
4. Berat badan. Seharusnya kenaikan berat badan ibu diperiksa tiap kontrol. Untuk memastikan ibu tidak kurang/lebih gizi dan melihat derajat kesehatan ibu. Juga untuk menjamin kesejahteraan janin.
5. Umur kehamilan. Sebagai patokan apakah hasil pemeriksaan lainnya sesuai dengan usia kehamilannya.
6. Tinggi fundus uteri. Harus dipastikan apakah sesuai dengan usia kehamilan. Jika ternyata tidak sesuai perlu dicari apa penyebabnya.
7. Letak janin dalam rahim. Sebagai kunci utama dan pertama apakah ibu bisa melahirkan normal atau tidak.
8. Denyut jantug janin. Hal ini untuk memantau kesejahteraan janin.
9. Kaki bengkak. Mungkin kaki bengkak hal yang wajar pada ibu hamil. Namun, bengkak di kaki bisa menjadi tanda adanya masalah, misalnya pre eklampsia berat, jika diiringi dengan ditemukannya tanda lain yang mengarah ke sana.
10.hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini tidak dilakukan setiap kali kontrol. Biasanya pemeriksaan laboratorium dikukan saat kunjungan awal (trimester 1), yaitu Hb, golongan darah, protein urin, dan urin reduksi. Hb ulang  setelah usia kehamilan lebih dari 32 minggu, atau jika ada indikasi.
11. Tindakan (terapi/TT/Fe, rujukan, umpan balik). Untuk mengetahui apa saja yang sudah di dapatkan ibu hamil.
12. Nasehat yang disampaikan. Sebagai pengingat bagi ibu serta bukti dokumentasi bidan/dokter atas nasehat yag sudah diberikan.
13. Keterangan tempat pelayanan,nama pemeriksa,(paraf). Sebagai pertanggungjawaban pemeriksa dan memastikan pasien telah benar-benar diperiksa.
14. Kapan harus kembali. Sebagai pengingat ibu, kapan sebaiknya ibu melakukan kujungan ulang.

Wednesday, 17 September 2014

my story: jadwal dan materi pelatihan PONED

Alhamdulillah...g terasa udah 3 hari berjalan. Meskipun saya hampir-hampir g tahu waktu dan dunia luar di sini,,tapi untung aku masih bisa menghitung hari, kalau ini udah hari hari ke 3.
Loh emang ngapain aja sih? Kok seharian g liat dunia luar? Ya...yang jelas saya harus mulai masuk ruang jam 07.30. Berarti jam 07.00 saya sudah harus siap untuk makan. Dan setelah didalam ruangan, mulailah saya seperti orang yang disorientasi waktu. Karna di dalam ruang tertutup, dibawah penerangan lampu, ruangan kedap suara dari luar (dilantai 5) serta konsentrasi yang full ke arah fasilitator, siang malam tidak ada bedanya.

Jam 07.00 itu kan masih sudah siang? Iya,,tapi kebetulan di kamar ini penghuninya pada malas keluar jalan-jalan. Daripada jauh-jauh jalan tapi g dapat apa-apa dan tidak bisa menikmati pemandangan., ya udah. Sabar aja dulu nunggu liburan. Mending di kamar buat istirahat atau baca materi, atau facebook-an atau iseng-iseng ngeblog kayak gini.

Ih...males banget sih nie orang? Hehe...biarin. Bayangin ya...kita jam 07.00 sudah mukai aktivitas (makan), istirahat hanya saat makan siang, 1 jam untuk ishoma. Masuk lagi ishoma magrib, selesai pukul 21.00. Paling sampai kamar, ngobrol sebentar, ngerjain tugas, trus tidur karena mengantuk. Nah,,besok pagi setelah bangun, shalat dan mandi,,maka saatnya lah baca-baca materi untuk hari tersebut.
*******
Nah, buat temen-temen yang belum atau yang akan PONED, pasti pengen tahu kan seperti apa sih pelatihannya? Materinya apa saja? Ini saya fotoin jadwalnya ya  di bawah. Bukan bermaksud pamer ya,,hanya berbagi pengalaman. Tujuannya agar teman-teman bisa berangkat pelatihan dengan enjoy, dan bisa mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.

Oya,,ada baiknya sebelum berangkat pelatihan, teman-teman bekajar dulu atau paling tidak baca-baca materi yang ada di foto ini. Jadi, nanti saat pelatihan teman-teman tinggal mengikuti dan mempertajamnya. Soalnya, pematinya kan dokter spesial Konsultan,,jadi kalau kita tidak punya basicnya susah ngikuti. Ada juga yang cepet banget ngajarinya. Kalau kita dengerin sambil cari-cari dibuku, di jamin tidak bakal masuk ke otak. Kecuali kalau kita seorang audio tulen yang bisa mengingat semua suara meskipun berkecepatan tinggi. Hehe..


Tuesday, 16 September 2014

my story: Pelatihan PONED di Bapelkes Semarang

Alhamdulillaahilladzi ath'amanaa wasaqoona waja'alana minal muslimiin.....

Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum sehingga hilanglah rasa lapar dan haus.

**********
Eih..ni pagi-pagi Kok sudah habis makan sih? Tumben di tulis di sini? Hehe...iya dong...ni udah habis makan nasi goreng spesial bareng temen-temen. Dan yang lebih spesial,,bukan nasi gorengnya sih,,tapi karena makannya itu, lho...bukan di tempat biasa. Emang dimana sih? Hehe...mau tahu apa mau tahu banget?

Ok...disini aku dapat kesempatan untuk bisa menikmati nasi goreng di BAPELKES Semarang. Dimana sih itu,Restoran apa hotel? Oke, mari saya kenalkan. Bapelkes adalah Balai Pelatihan Kesehatan. Emang ngapain sih, ketempat kayak gitu? Jauh-jauh ke Semarang kok g tidur di hotel aja? Ya...kan aku memang lagi Pelatihan PONED.


Ni lho..yang namanya bapelkes,,tapi sayang g ada foto yamg tampak depan. Nanti saja lah, aku kasih gambar maketnya saja.

Lalu, apasih PONED itu? PONED adalah singkatan dari Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. Lalu apa tujuan dari pelatihan ini? Tujuan adalah untuk mempersiapkan petugas kesehatan dalam mengelola kasus kegawat daruratan obstetri dan neonatal Di tingkat pelayanan Primer Atau setara puskesmas.

Kenapa perlu? Karena ternyata jumlah kasus kematian ibu dan bayi masih tinggi. Ini jumlah kasus yang tercatat ya...pada tahun 2013 saja ada 668 kasus ibu meninggal yang berkaitan dengan proses kehamilan, persalinan, dan nifas di jawa tengah. Bayangkan jika se Indonesia Raya..(ini jumlah kasus bukan angka nya ya...) Dan ternyata sebagian besar penyebabnya sebenarnya Bisa dicegah.

Penyebab kematian ibu terbesar Adalah perdarahan, eklamsia/pre-eklamsia, dan penyebab lainnya. Penyebab lain ini bisa berupa adanya kelainan/penyakit kronis pada ibu seperti jantung, gagal ginjal, dll.

Pencegahan yang sebenarnya bisa dilakukan mencakup tindakan preventif atau pencegahan misalnya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja, ANC (periksa kehamilan) yang bermutu, penanganan resiko tinggi kehamilan, penatalaksanaan pertolongan persalinan yang baik dan aman, dan apabila sampai terjadi komplikasi atau kegawatdaruratan maka rujukan yang bagus akan sangat berperan besar dalam memcegah kematian ibu dan bayi.

Pelatihan ini dilaksanakan di Bapelkes tingkat provinsi dan tidak ditingkat kabupaten (seperti APN) karena harus memenuhi standar nasional yang ditetapkan. Lamanya pelatihan ini adalah 12 hari. Terdiri dari materi (teori) dan simulasi (minggu pertama) dan OJT (magang) di Rumah Sakit dr. Kariyadi dan Puskesmas PONED Halmahera.

Dalam satu periode pelatihan terdiri dari 15 orang atau 5 tim (dokter, bidan dan perawat), yang berasal dari 5 kabupaten yang berbeda.

Sebagai tambahan, jadwal pelatihan kali ini memang agak padat ya, mulai jam 07.30- 20.30, namung kenyataannya kadang kita selesai hingga pukul 21.00 atau lebih. Pelatihan ini dihitung selama 124jam,dan dinilai 2 skp.

Thursday, 11 September 2014

Steak Tempe, Kuliner Ndeso Rasa Kota

Sekarang ini,siapa sih...yang g kenal sama makanan yang namanya 'steak'? Bukan 'stik' lho ya....kalau stik tuh stik golf, stik drum, dll. Hehe...

Steak adalah makasan dari barat (klo g salah) CMIIW, yang terdiri dari sebuah keratan daging (tapi kalau di Indonesia biasanya Digoreng tepung krispi), dan aneka macam sayuran seperti kentang, wortel,buncis, kacang polong serta saus yang disiramkan di atasnya.

Biasanya, steak berbahan dasar ayam (chicken steak), daging sapi (beef steak), atau bahan-bahan hewani lain. Namun, seiring perkembangan Zaman, para pelaku bisnis kuliner ini mulai membuat terobosan dengan aneka macam ide. Ya, apalagi kkalau bukan agar dagangannya mempunyai deferensiasi dan bisa bertahan, ditengah banyaknya saingan yang terus bermunculan.

Mereka mulai berlomba-lomba memadukan rasa asli steak dengan bahan lokal. Ya, selain lebih menarik, juga lebih murah dan dekat dengan lidah lokal yang kadang susah beradaptasi dengan rasa baru. Salah satu contoh yang sudah satu temukan adalah 'steak Tempe'. Ya...steak tempe!!

Sebenarnya Sudah agak lama saya pernah membaca tentang steak tempe ini. Namun, saya baru bener-bener tahu dan merasakannya belum lama ini. Ya..maklumlah, kalau hidup di kota kecil itu jarang ada makanan macam-macam. seperti di kecamatan baturetno,wonogiri ini.

Seingat saya, waktu saya baru hidup di sini (4tahunan yang lalu) baru ada satu penjual, yang menyediakan steak ini. Itu pun sebenarnya adalah penjual makanan chinese. Tapi karena ingin up date dengan gaya sekarang, maka dijuallah masakan ini.. Itupun, rasanya masih jauh dari yang pernah saya makan sebelumnya.  Tapi, lumayanlah, daripada tidak ada, pikirku saat itu.

Baru,,akhir-akhir ini saja, sudah mulai banyak yang menjualnya, di kafe atau warung-warung makan, biasanya menunya berdampingan dengan fried chicken (di sini disebut kentaki). Misalnya Baleno (sekarang sudah tutup), second home (ini lumayan rasanya), trus yang baru iru, aku lupa namanya, tapi tempatnya sebelahan sama vitara.

Kembali ke steak tempe.
Nah, meskipun sudah agak lama baca tentang steak tempe, tapi belum pernah nyoba karena itu tadi, disini g ada. Di ponorogo pun juga aku belum tahu, sudah ada atau belum.
Hingga akhirnya suatu saat waktu belanja di Luwes Wonogiri dan beli makan di sana, eh,,ternyata ada satu jenis menu yang bikin penasaran pengin nyoba. STEAK TEMPE.

Dan, akhirnya aku pesan juga menu itu.
Tara....! Pesanan pun datang. Ehm...kalau dilihat oke Juga, tempenya tersamarkan. Dan ketika aku coba...hmmmmmm.... Oke juga. Lumayanlah! Heheh.. Apalagi kalau dibandingkan harganya yang hanya 5000 rupiah. Tapi, bener lho,,lumayan buat alternatif variasi menu, atau alternatif saat kantong ngepres, namun pengin tetep keliatan wes-wes. (Wes-wes apaan sih??)

Soo, buat yang penasaran, monggo dicoba. Atau, boleh kok, bikin sendiri. Murmer. Resepnya, silahkan search sendiri ya....kapan2 semoga bisa share di sini....Salam Tempe!

Wednesday, 10 September 2014

Bunga Sakura dari Kertas Krep

Bunda,, pasti suka kan kalau melihat bunga sakura yang sedang bermekaran? Mungkin selama ini kita hanya bisa menyaksikan dari gambar, foto, lukisan atau di televisi. Tapi, kita bisa kok menghadirkan kecantikan sang icon negeri Jepang tersebut di rumah kita.

Caranya? Kita bisa lho, membuat duplikat bunga sakura dari kertas krep. Itu lho, kertas warna-warni yang sering digunakan untuk menghias. Atau kalau dulu waktu masih jadul biasa saya pakai untuk pengganti pewarna saat mainan air.(hehe..nostalgia).

Nah..ini nih..contoh hasilnya kalau sudah jadi. Bagus kan?(Pede)
Nah,,bagi bunda yang pengen bikin juga,,gampang kok. Bahannya juga murmer pakae banget!

Simak dan langsung coba aja ya..nih, langkah-langkahnya:

1. Siapkan alat dan bahan
     Kertas krep warna-warni (pink, putih/kuning, hijau)
     Gunting
     Lem
     Selotip bolak-balik (double tape)
     Selatip transparan (isolasi)
     Ranting kering (aku sih,,cuma nyari di kebon, pilih yang mempunyai bentuk bagus serta ukuran yang diinginkan.

2. Gunting kertas krep dengan ukuran:
     Pink= 5cm.
     (potonglah kertas pink tersebut membentuk mahkota bunga seperti gambar di bawah ini. caranya, potong kertas saat masih dalam lipatan, kertas tidak perlu diuraikan ya..jadi nanti sekali porong jadilah setumpuk mahkota)

  Putih atau kuning= 1-1,5cm
  (untuk putik, kertas tidak perlu dipotong-potong. kertas putih ini dipotong nanti setelah dibentuk putik)

     Hijau = 1cm (untuk dasar bunga)

3. Langkah selanjutnya membuat putik. Ambil kertas warna putih / kuning (terserah,sukanya yang mana), lalu gulunglah dan bentuk seperti gambar di bawah ini. Jangan lupa beri sisa agak panjang di bawahnya sebagi pegangan.

4. Kalau putik sudah jadi, sekarang ambil kelopak/mahkota yang sudah digunting tadi. Rekatkan sehelai demi sehelai dengan lem, hingga 5 helai.
 
5. Setelah bunga jadi,, ambil kertas krep hijau lalu lilitlah bagian pangkal bunga. buat agak panjang, rekatkan dengan lem. (Awalnya wih, aku pakai kertas krep seperti ini. Tapi karena lama-lama malas jadinya kertas krep hijau aku ganti dengan selotip warna hijau yang aku beli di toko)

Nah...udah selesai bunganya. Buat lagi yang banyak ya....

Sekarang kita sisihkan dulu bunganya. Lalu kita buat kuncupnya. Bunga sakura pasti ada kuncup kan? Kalau udah mekar semua, berarri dah mau gugur donk....hehhe

6. Caranya hampir sama ya...kita buat putiknya. Tapi putiknya bisa pakai sisa potongan mahkota yang udah g dipakai tadi.
Remas-remas sisa potongan kertas, lalu gulung membentuk putik. Jangan lupa dikasih tangkai seperti bunga tadi ya..

7. Lalu ambil mahkota, bungkus putik yang baru dibuat. Cukup tiga helai saja,biarkan menguncup.

8. Lilit kuncup dengan kaertas krep seperti bunga mekar, rekatkan dengan lem. Buat lagi kuncup yang banyak. Paling tidak seperempat/sepertiga jumlah bunga.

9. Nah,,kalau bunga dan kuncup selesai dibuat, saatnya berpetualang. maksudnya adalah, berpetualang di  kebun atau pekarangan dan mencari-cari ranting kering yang bagus. (aku kemarin mengambil ranting dari tumpukan ranting yang dikumpulkan orang yang cari kayu bakar, jadi lebih praktis gak harus berkotor-kotor ria)

10. Kalau sudah menemukan ranting yang sip...mulai merangkai yuk...tapi jangan lupa cuci dulu ya..trus dikeringkan.

11. Sekarang waktunya merangkai...pasang-pasangkan bunga pada ranting seperti susunan bunga sakura. Potong double tape, lekatkan pada ranting, lalu tempelkan bunga. Agar lebih kuat, gunakan isolatip (transparan). Tempatkan kuncup-kuncup bunga pada ujung reranting serta bagian yang kosong diantara bunga mekar. setelah bunga habis, letakkan ranting pada vas atau tempat yang sudah disediakan.

Nah,,jadi deh bunga sakuranya!! Gampang kan.....??
Oya,,kalau saat membuat bunga mekar, bentuknya tidak bagus, tidak usah 'worry' ya, nanti kalau sudah bercampur dengan bunga lainnya jadi bagus kok.


Sunday, 20 July 2014

10 Penyebab Kegagalan Kita di Bulan Ramadhan

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa" (QS. Al-Baqarah : 183)

Assalamu'alaikum, bunda..alhamdulillah bisa bersua lagi lewat tulisan ini. Bagaimana kabar puasa bunda dan keluarga? Semoga tetap semangat dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Tidak terasa ya, ternyata kita sudah memasuki 10 hari terakhir. Itu, artinya, tinggal hitungan hari lagi kita akan berpisah dengan bukan mulia ini. Duh,,,sedih ya, bunda...apalagi kalau ingat selama bulan Ramadhan yang sudah dilalui ini masih sangat sedikit yang sudah saya lakukan dan saya dapatkan. Dan sebagai seorang wanita, jatah untuk ikut berpuasa, bertilawah, shalat sunnah, dll pun berkurang dengan hadirnya tamu yang tak kalah istimewa. Tamu yang merupakan sunnatullah, yang membedakan kita dengan seirang pria. Apalagi kalau bukan haid...duh..jadi tambah sedih.

Nah, bunda mumpung belum habis bulan suci, yuk, kita musahabbah. Sudahkan kita memanfaatkan bulan istimewa ini dengan optimal? Sudahkah kita siap meninggalkan bulan penuh anugerah ini? Dan sudah pantaskah kita nanti ketika berpisah dengannya dan bertemu dengan hari kemenangan, kita akan menjadi pemenangnya? Jika kita merasa 'sudah' maka kita hanya perlu meningkatkannya sehingga pencapaian kita menjadi lebih baik lagi. Namun jika kita merasa 'belum', maka, semoga akan menyadarkan kita agar tidak terlena dan melecut motivasi kita, sehingga kita bisa memperbaiki diri dan ketika tiba saat kemenangan kita benar-benar akan menjadi pemenangnya.

Bunda, di tulisan ini, saya ingin mengutip sedikit materi dari buku "Diary Ramadhan, Mengetuk Pintu Ar-Rayyan" tentang 10 penyebab kegagalan kita di bulan Ramadhan:
1. Kurang Persiapan
    Kurang persiapan di sini adalah persiapan untuk melakukan ibadah seperti melatih shalat tahajjud dan lahitan berpuasa selama bulan sya'ban.
2. Menunda-nunda Pelaksanaan Shalat Fardhu
  Hal ini merupakan ciri utama orang yang puasanya gagal. Allah SWT berfirman :"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih" (QS. Maryam : 59). Padahal di bulan Ramadhan jika sesorang menjaga waktu shalat, maka nilainya setars dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.
3. Malas Menunaijan Ibadah Sunnah
    Amalan sunnah yang paling utama adalah menjalankan qiyamul lail atau shalat malam. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang yang shalih.
4. Malas Membaca Al-Qur'an
    Nama lain bulan Ramadhan adalah syahrul Qur'an, dimana ada begitu banyak keutamaan yang akan didapat jika kita memuliakan Al-Qur'an. Ramadhan merupakan momen yang terbaik untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur'an, dan meneruskan ke bulan-bulan selanjutnya.
5. Enggan berdakwah
    Salah satu ciri utama keberhasilan Ramadhan seseorang adalah semakin tingginya ketaqwaan seseorang. Dan semakin tinggi ketaqwaan seseorang, maka semakin kuat pula semangatnya dalam mensyiarkan Islam.
6. Kikir dan Malas Bersedekah
    Salah satu tujuan diturunkannya perintah berpuasa adalah agar manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan dan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat kemewahan. Dan salah satu ciri orang yang rakus adalah malas bersedekah meskipun dia mampu.
7. Tidak Mempedulikan Sesama
     Ramadhan adalah syahru Rahmah, bulan kasih sayang. Di bulan ini kita diharapkan untuk bisa menanamkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang lain, terutama fakir-miskin, anak yatim, dan mereka yang sedang dalam kekurangan.
8. Menyiakan-nyiakan Waktu
    Termasuk gagal Ramadhan seseorang yang lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiaytan, dan huru-hara. Disiplin waktu waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan. Ramadhan juga merupakan peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih lidah agar senantiasa berkata baik dan benar. Sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan berbicara yang tidak bermanfaat.
9. Mudah Marah
    Ramadhan adalah bulan unjuk kekuatan. Bukan hanya kekuatan untuk tidak makan dan minum sehari penuh, namunjuga kekuatan untuk menguasai diri ketika marah..
10. Tidak Sedih Melepas Ramadhan
      Indikasi gagalnya Ramadhan seseorang dapat terdeteksi dengan tidak adanya rasa sedih ketika melepas perginya bulan Ramadhan. Biasanya, pada sepuluh hari terakhir kita lebih disibukkan dengan mempersiapkan keperluan idul fitri. Sehingga kita lalai untuk mengisi 10 hari terakhir dengan amalan yang lebih baik. Dan menyia-nyiakan saat-saat penting untuk menentukan nilai akhir kita di mata Allah di bulan penuh rahmat.

Bunda, demikianlah 10 hal yang patut kita perhatikan di sisa Ramadhan ini. Semoga Ramadhan kita tahun ini jauh lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Dan kita nanti akan menjadi pemenang yang sejati di hari nan fitri. Amin.

(Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosa kedua orang tuaku, suamiku, orang tuaku, keluargaku dan semua umat Islam di Dunia. Semoga tulisan ini bermanfaat terutama untuk memecut diri sendiri agar lebih baik, karena ternyata masih banyak hal-hal diatas yang masih saya lakukan...)



Tuesday, 1 July 2014

Aneka Ide Bisnis Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum bunda...

Sebelumnya, Selamat menunaikan ibadah puasa ya...

Meskipun sedang puasa tapi tetep semangat kan?
Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah ya..tak hanya bagi orang yang rajin beribadah, bagi para pebusnis pun, pasti mengamini ada banyak berkah di bulan ini. Bagaimana tidak? Biasanya minat para konsumen akan meningkat tajam pada masa ini, baik di bidang kuliner, fashion, transportasi, jasa, dll.

Nah, bagi Anda yang ingin 'ngalap' berkah juga lewat jalan bisnis, saya akan coba menawarkan beberapa ide bisnis yang bisa Anda coba:
1. Bisnis jualan sayur mentah. Tak bisa dipungkiri, pada bulan ramadhan, para ibu rumah tangga pasti membutuhkannya. Baik untuk berbuka maupun sayur. Juga bagi para penjual sayur matang/takjil yang banyak menjamur di pinggir jalan. Bisnis ini cocok dicoba jika rumah anda jauh dari pasar induk, atau berada di desa atau bahkan di perumahan. Biasanya orang yang sibuk tidak punya waktu untuk membeli sayur di pasar.
2. Bisnis jualan takjil, minuman dan sayur matang untuk berbuka. Bisnis ini juga sangat banyak digemari, karena sekarang masyarakat mempunyai tren daripada susah-susah masak, lebih praktis beli matang. Selain jenis sayur kebih beragam, biasanya lebih gemat. Mengingat harga sayur-mayur sekarang semakin meningkat.
3. Bisnis jualan sayur matang/ menu sahur. Jika anda tinggal di daerah kos-kosan, dekat terminal, atau rumah sakit, ide ini bisa juga digunakan. Karena para penunggu pasien di RS, anak-anak kos lebih senang membeli jadi daripada repot memasak atau membawa bekal dari rumah.
4. Bisnis baju lebaran. Ya, siapa yang tidak ingin tampil cantik dan tampan di hari raya? Pada bulan puasa, biasanya masyarakat berbondong-bondong membeli baju untuk lebaran. Bisnis ini bisa juga ditambahkan dengan asesoris, misal jilbab, juga aneka mukena unik untuk shalat tarawih/ shalat ied.
5. Bisnis transportasi. Maksudnya, bagi anda yang bisa menyetir mobil dan memiliki SIM A, anda bisa menawarkan jasa untuk mengantar/menjemput saudara/teman/tetangga yang akan mudik atau pulang kampung. Bisa juga dengan menyewakan mobil atau motor anda, bagi para pemudik. Karena biasanya pemudik yang jauh akan berpikir ulang jika akan membawa kendaraannya ke kampung.
6. Bisnis jualan kue lebaran. Bagi anda yang pandai membuat kue, inilah saatnya untuk mendadikan hobi anda menjadi ladang uang anda.
7. Bisnis bordir atau sulam. Pada saat lebaran, biasanya akan banyak tamu yang datang ke rumah. Pastinya, para tuan rumah akan berusaha membuat rumah menjadi indah dan mengesankan. Anda bisa membuat taplak meja, saring bantal sofa,dll yang unik dan menarik, lalu menawarkan padfa rekan kerja atau tetngga. Pasti banyak diburu jika hasil karya anda memang berkualitas.
8. Bisnis penitipan hewan peliharaan. Di kota besar, banyak orang yang mempunyai binatang peliharaan dan biasanya mereka tidak akan pelit untuk mengeluarkan uang demi binatang kesayangaannya. Jika kampung halaman meteka jauh, biasanya mereka lebih suka untuk menitipkannya daripada membawa kemana-mana binatang tersebut. Karena selain beresiko stress juga akan membuat perjalanan menjadi makin ribet.

Nah, bunda, demikian ide bisnis bulan ramadhan kali ini. Jika anda merasa ada yang cocok dengan ketrampilan dan kondisi anda, silakan dicoba. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar memberikan berkah untuk Anda. Tidak hanya berkah akhirat, tapi juga berkah anda di dunia.

Selamat berkarya!!

Wassalamu'alaikum...